Minggu, 21 September 2014

Artwork Mei - Agustus 2014

Eat well, Sleep well, Stress more. I am immortal!


Rabu, 14 Mei 2014

Artwork April

Masih nggak sadar usia udah lewat banyak :3

Let Life Find a Way (Friend Request)

Selasa, 13 Mei 2014

Artwork Maret

Maret, hari-hari yang berat setelah wisuda. Kertas A4, pensil dan drawing pen menyelamatkannya..

Your Father NOT Your God

Minggu, 04 Mei 2014

C6 Kamar Mayat

...

aku bisa melihatmu berbisik tapi tak bisa kudengar apa yang kau bisikan
hanya terdengar dengungan awan putih dari langit malam
biarlah perlahan lupa kan lepuhkan luka

...

ketika dari jauh kau melihatnya pandanganmu melekat tak kan lepas
jantungmu bergemuruh
lalu kau gagal mengatur nafasmu
ketika kau bersisian dengannya lidahmu membatu matamu membuta
lalu jantung dan nafasmu berhenti tanpa rima
ketika kau melewatinya kau kutuk semua penahan sua dan sapamu menghambur keluar untuknya

...

kain gantung di lubang ventilasi
mengikat leherku
memutus nafasku
mengantarkanku kepadamu
dendammu kini bisa membakarku hingga abu
berulang semau kau mau
anak-anakku tak akan menangis
hingga mereka tahu bapaknya tak mungkin mencapai tanah dan danau surga

...

Sabtu, 03 Mei 2014

Hello There..

Hello there, are you there? i know you there..

Kamis, 01 Mei 2014

No Monday, No Sunday. Everyday is Holiday..

Seseorang berkata “jika ingin bahagia, lakukan apa yang kau suka dan jangan pernah lakukan apa yang tak kau suka”
sesorang lain mencibir “gimana mau dapet kerja, cari kerja aja pilah-pilih”
lalu seseorang lain lagi menasehati “rejeki sudah ada yang ngatur dan nggak mungkin ketuker”
kemudian ada lagi yang berbisik “sesuatu yang tinggi dimulai dari yang rendah, sesuatu yang besar dimulai dari yang paling kecil. Nggak usah pilah-pilih jalani saja”

masuk 6 bulan
7 jobfair terlewati
35 (lebih) lamaran lewat jobfair
17 lamaran lewat e-mail
3 lamaran lewat pos
11 lamaran langsung
13 lamaran lewat online
36 lamaran lewat  jobstreet
14 kali wawancara
11 kali tes/psikotest
 

..Holiday in the sun... i was burnt!



Selasa, 08 April 2014

Karena Saya Berpikir Maka Saya Tak Memilih

Sesat tadi saya terhenyak ketika membaca sebuah postingan photo di FB dari seorang teman yang isinya seperti ini “jika anda tidak mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah dan anggota DPR, atau parpol islam, itu hak anda. Tapi jika anda dan jutaan yang lain tidak ikut pemilu (GOLPUT) maka jutaan orang fasik, sekuler, liberal, atheis akan ikut pemilu untuk berkuasa dan menguasai kita..


Dalam pikiran saya lantas terlintas “
haduh! justru orang-orang yang akan kita pilih itu semuanya masuk dalam kriteria-kriteria tadi. ya fasiklah, liberalah, atheislah, sekulerlah, komplit!” tak perlu melihat dengan mata batin, coba lihat sajalah dengan mata telanjang orang-orang yang menawarkan dirinya untuk dipilih. Sebagian pemain lama yang gagal dan terbukti ingkar. Sebagian lagi pemain baru yang saya yakin mencalonkan diri sebatas untuk mencari mata pencaharian. Tidak setuju? Amati cara mereka berkampanye. memaku pohon, merusak pemandangan kota, memacetkan jalan, bagi-bagi duit, menjatuhkan dan menjelek-jelekan satu sama lain, sampai bela-belain konsultasi ke dukun. Demi apa coba? Negara? Nope, demi kekuasaan dan duit! berbeda-beda tapi sama rakus (anti tank)


Ini sistem demokrasi tolol yang berulang setiap 5 tahun sekali. Nyalon – berjanji (membodohi) – kepilih – ingkar (gagal) – nyalon lagi – berjanji (membodohi) lagi – begitu seterusnya berulang memutar. “nggak mungkin semuanya brengsek, pasti ada satu dua orang baik”  nyempil dimana satu dua orang baik itu? Satu dua orang baik di tengah pusaran sistem “suara terbanyak selalu benar”?. Bisa apa satu dua orang baik di tengah kumpulan ratusan orang-orang brengsek? Makanya saya sebut ini sistem demokrasi tolol, dimana satu dua orang baik perlahan berubah menjadi brengsek ketika masuk ke kumpulan orang-orang brengsek.


Silahkan kalian ke TPS kemudian mencoblos nama partai dan orang yang kalian anggap baik. tapi jangan sampai kalian menutup mata kalian ketika di kemudian hari orang baik itu terlihat tidur saat rapat di DPR, jangan sampai kalian menutup telinga kalian ketika orang baik itu menghabiskan anggaran DPR untuk studi banding (plesir) keluar negri, jangan sampai kalian menutup mulut kalian ketika orang baik itu terlibat kasus video porno, jangan sampai kalian menutup pikiran kalian ketika orang baik itu ditangkap oleh KPK.


Bagi saya sendiri kita tidak perlu mengandalkan orang baik untuk merubah dan membuat negara ini menjadi lebih baik dan hebat, kita bisa melakukannya sendiri dengan hal sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Karena saya berpikir maka saya tak memilih.
 

Sabtu, 15 Maret 2014

Sarjana Pendidikan


sarjana pendidikan nggak mau ngajar
alasan klasik gajinya dikit
maunya jadi pegawai Bank
biar kontrak tapi gajinya banyak
sarjana pendidikan nggak mau ngajar
dari awal sudah salah jurusan
penginnya sih jadi seniman
senang-senang bisa jadi uang
Si Bapak kesal
Sang Anak dianggap bebal
cari kerja kerap gagal
sarjana pendidikan nggak mau ngajar
guru susah dapat cewe sexy
paling banter mentok anak kepala sekolah
sarjana pendidikan mau ngajar
asal bisa langsung PNS
nggak mau kalo PMS
apalagi PKS
sarjana pendidikan (akhirnya) mau ngajar
bukan komitmen bukan pengabdian
sekedar mengisi waktu luang
sambil nunggu calo PNS datang bawa tawaran

Rabu, 12 Maret 2014

Puisi Gotong Royong

           Bangsa Indonesia adalah bangsa gotong royong, itu sudah terbentuk dari jaman baheula rakyat Indonesia kompak gotong royong membangun Candi Borobudur, hingga kini jaman twitter para pemimpin bangsa kompak gotong royong merampok uang rakyat. konsisten yah! Di dunia kreatif yang hingar bingar juga banyak proses berkaryanya melalui jalan gotong royong ini. Musisi-musisi jelas banyak yang bersekongkol dalam membuat lagu-lagu dan musik yang ciamik, banyak juga Ilustrator-ilustrator membuat gambar-gambar keren secara kroyokan, para pembuat film/sinetron/FTV apalagi.. Lalu bagaimana di dunia tulis menulis? rasanya belum pernah saya mendengar seorang novelis menulis novelnya dengan cara kolaborasi, pun para penyair yang menulis puisi-puisinya secara gotong royong (correct me if i'am wrong).

           Nah.. saya bersama dua orang teman saya yang keren nan tampan (tapi jomblo) Sokhi lutfi pecinta fotografi sekaligus pecandu laura basuki dan Cahyo Purwanto pemuda tanggung pecinta alam dari komplotan pembangkang skripsi generasi menolak wisuda tepat waktu baru-baru ini berkesempatan berkarya menulis puisi secara gotong royong :D kok bisa? emang bisa? tentu bisa! Lee Seunggi saja bisa macarin neng Yoona SNSD (apalah) menulis puisi juga bisa dilakukan secara gotong royong. Melalui media twitter kami menuliskan keluh kesah dan kegundahan kami menjadi sebuah puisi. Memang cuma dan baru tiga biji, tapi ini bagus karena bagi saya pribadi hidup itu pendek dan seni itu panjang. Bukan tidak mungkin dari titik ini kita bisa menemukan cara berkreasi dan berkarya yang jauh lebih keren dan tampan. Tidak hanya terbatas pada bidang tulis menulis tapi juga bidang-bidang yang lain. Tetaplah berkarya, tetaplah tampan dan silahkan teman-teman nikmati seperti apa itu puisi gotong berikut..

Rabu, 05 Maret 2014

Artwork Februari 2014

Nihil Bakat, Skill Minimalis, Maksimum Bersenang-senang


Selfie Foto Ijazah

Senin, 20 Januari 2014

PAINT YOUR PAIN


Semenjak saya menyelesaikan skripsi dan lulus dari kuliah bulan oktober tahun lalu secara otomatis keberadaan saya di dunia hanya menambah daftar jumlah pengangguran dalam survey. puluhan lamaran kerja via online pun langsung tak berbalas, beberapa kali interview kerja juga bertepuk sebelah tangan. Hidup saya mo-no-ton. siang sampai sore menonton ratusan episode dari puluhan judul anime, malem sampai pagi kalo enggak ngestalk akun socmed gebetan (yang tak kunjung putus dari pacarnya) ya rewatch klip-klip snsd sama koleksi JAV+hentai. Sampai suatu ketika seorang temen ngeshare blog barunya di socmed, kepikiran kenapa ga ngeblog lagi saja? Singkatnya saya ngeblog lagi setelah sekian lama..lalu bosen lagi karena cuma bisa menulis hal-hal yang sentimentil saja, kreatifitas mentok!

Suatu hari di sepertiga malam saya

Kamis, 09 Januari 2014

Di Pasar Induk

       Jadi ceritanya kemarin habis nganterin nyonya besar ke pasar induk Brebes, awalnya sih nolak, itu pasti. tapi sebagai mama’s boy yang baik akhirnya nurut juga. Bukan yang pertama memang nganterin nyonya besar ke pasar dan biasanya ngga pernah ikutan masuk ke dalam pasar, mentok-mentoknya ya nungguin di parkiran. Tapi kemarin nggak kaya biasanya saya ikutan masuk kedalam mengawal nyonya besar berburu bumbu dapur dan sanak familinya. Bayangan saya siapa tau aja ketemu cewe sejenis nozomi sasaki di dalam sonoh terus kenalan, terus pacaran, terus nikah, terus.. oke skip! saya sudah terlalu jauh keracunan cerita FTV. And then.. here we go.. welcome to the jungle and.. dafuq! Bayangan saya melenceng jauh, saya nggak nemu satu ekorpun cewe yang memper sama nozomi sasaki. Sebenernya sih ketemu banyak banget cewe di dalem pasar tapi ya gitu, dari masa lampau semua. separuh baya, bahkan ada sebagian yang nggak separuh lagi tapi sepenuhnya baya. Tua-tua cuy!
     Emang iya, nggak mungkin juga nozomi sasaki mau blusukan mejeng kaya jokowi di pasar induk, imajinasi saya saja yang nihil kontrol kaya biasa. Tapi bagian serunya adalah di pasar induk saya nemuin berbagai variasi ekspresi wajah, bermacam pola garis urat di wajah, dialog-dialog yang keren antara pembeli dan penjual, bau-bauan yang ngeblend, dan bapak-bapak tukang becak yang antusias diskusi mecahin kode-kode dari kertas togel, Epic. Terus..ngga ada yang pake celana gemes. Yoi, nggak ada cabe-cabean adanya cabe-cabe beneran. nggak ada yang autis sama gadgetnya, nggak ada yang sibuk selfie-selfie nggak jelas dipojokan, nggak ada juga wajah-wajah belagu yang ngalungin DSLR di lehernya, dan yang paling penting nggak ada yang pacaran. Yes! Bener-bener refreshing dan maksimal ngerangsang inspirasi berontak keluar. Pasar induk adalah sumber inspirasi yang nggak berbatas man! Ide-ide liar tercecer di sana-sini, buat yang suka bikin film, bikin lagu atau bikin puisi, sesekali semedilah di pasar induk. Oh iya termasuk juga yang lagi stuck bikin skripsi boleh dicoba cari ide di pasar induk sob, ehem.. (Halo yoyok, ustad, andi. skripsi sampe mana? :D) Finally, Hail Pasar induk! Hail fighter Mothers!
 Chek sob, oleh-oleh dari pasar induk Brebes J

Gadis-gadis muda dari gerbang mesin waktu
Tak trendy karena lampau ditinggal trend
koloni kampung laba-laba sesaki langit berkayu nan berpipa
Obrolan surga dan neraka di tengah amunisi berjejal menggunung mengubur badan
Mereka bisa melihat catatan mungkin dosa mungkin pahala di tangan para malaikatnya
Selamat datang kumpulan tulang belakang dan potongan kepala
berkaki raksasa berkumpul bergumul dengan kode simbol angka-angka berTuhan
Dimana kalian sembunyikan gadis dari televisiku?
Di sini di lautan tanpa serigala dari cerita gadis berkerudung
Di sini di hutan rimba tanpa putri duyung dari cerita bajak laut
Seribu sudut aroma kreasi labirin di tengah labirin dengan ilusi sinar senja
Jalan keluar hanya pada Berhala yang mereka puja





Rabu, 08 Januari 2014

JIHAD

mundurkan ke angka enamku, tujuhku, sepuluhku.
Sejak wanita jepang nihil busana lewatkan suasana adzhan subuh.
Biarkan gerak gambar bisu bungkam bosan.
kobaran kibaran nafsu, korbankan bayi-bayimu sebelum mereka lahir.
Sekarang siapkan parang, ini medan perang. jihad terbaik kita.
Hujan darah lawan akan hanyutkan dosa-dosa.
walau sesal tetap tanpa batas kekal, gagal terendam, tak teredam.
benteng dan kawat, tameng dan tombak.
Bertahan dan menyerang, pilihan dan putusan.
Persetan atau percaya setan.
Menyelamatkanmu sementara atau menghancurkanmu selamanya.

    

Senin, 06 Januari 2014

Sampai Mati

‘Sampai mati’ adalah salah satu lagu lama temuan saya yang berhasil terselamatkan. direkam di tahun 2011 bersama Mr.khaerudin (pemalang no. 1 guitarist, playboy legend spesialis pedekate lewat sms dengan target adik-adik angkatan) dan tercipta berkat niat sangat serius, software free downloadan juga gitar butut. Enjoy!



*Reff: Tak pernah menyerah sebelum sampai ke dasar
Tuk bermimpi kembali menerbangkan asa
Membuka pintu yang telah lama terkunci
Menikmati sakit yang terasa

Mimpi ini nyata bukan hanya maya
Bila tak mengerti tak usah kau mencaci
Dan coba berhenti tuk coba mengerti
Sampai mati akan tetap seperti ini

Kebisingan di sudut kiri kesunyian
Kejenuhan monoton di ujung jalan beku
Frustasi emosi tak mengerti
Aku takkan mati

Katakan pada mereka berhenti campuri pilihanku
Katakan pada mereka berhenti mendikte jalurku
Katakan juga pada mereka aku akan bersenang-senang

Tak perduli..

Acungkan jari tengah untuk semuanya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Hari-Hari Hujanmu | Hari-Hari Hujanku

14, 17, 18, hari-harimu yang berhujan. Aku pikir aku bisa mati dengan tenang. Kau orang baik, ceria, agresif , pemaksa dan cantik. Ajari aku bagaimana berteman. Temani aku kemanapun aku ingin pergi. Di bawah payungku, peluk aku saat aku melindungimu dari hujan. Dan kau mebawakanku hidup, terimakasih. tapi maaf aku hanya bisa memberimu pertanyaan dan hitung mundur kematian.


17, aku akan berakhir buruk. Ya hari-hariku berhujan..lalu aku melihat foto pemakamanmu dan melihatmu berpayung di tengah hujan. bolehkah aku berlindung di bawah payungmu?. Kau tau aku akan selalu mengatakannya melalui suaraku, tanganku, rambutku, dan tangisanku. Jadi setidaknya beritahu aku kemana kau pergi membawa diriku yang baru. Lewatilah, selama kau di sisiku aku akan mebawakanmu hitung mundur kematianmu yang tak berbatas, keabadian.