...
aku bisa melihatmu berbisik tapi tak bisa kudengar apa yang kau bisikan
hanya terdengar dengungan awan putih dari langit malam
biarlah perlahan lupa kan lepuhkan luka
...
ketika dari jauh kau melihatnya pandanganmu melekat tak kan lepas
jantungmu bergemuruh
lalu kau gagal mengatur nafasmu
ketika kau bersisian dengannya lidahmu membatu matamu membuta
lalu jantung dan nafasmu berhenti tanpa rima
ketika kau melewatinya kau kutuk semua penahan sua dan sapamu menghambur keluar untuknya
...
kain gantung di lubang ventilasi
mengikat leherku
memutus nafasku
mengantarkanku kepadamu
dendammu kini bisa membakarku hingga abu
berulang semau kau mau
anak-anakku tak akan menangis
hingga mereka tahu bapaknya tak mungkin mencapai tanah dan danau surga
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar