Sabtu, 15 Desember 2012

Ketika Pak Ustad dan Ibu Guru tidur Malam Bangun Pagi

Ketika pak ustad dan ibu guru tidur malam bangun pagi. Biarkan senyum mengantar kami mengantri nyanyian pintu kamar mandi.

Satu yang seperti itu tak butuh empat puluh lima matahari pagi lagi, panggilan pagi ada di angka lima belas.

Satu dua sujud yang  terkenang untuk matahari pagi yang tersisa merubah sekitar menjadi batu,tepikan matahari pagi lain kesepian menunggu di balik bukit memutar.

dua tengah bebatuan yang pura-pura tertidurjalan dua naik bukit  kabut dalam.

Buta tanpa lampu tak kira seperti apa ujung jalan, Bisu bagaimana kelak mereka akan mengucapkan selamat tinggal pada kabut dan sajadah.

Yah jatuh cinta itu biasa saja.

Tidak ada komentar: