Sabtu, 15 Desember 2012

ARSITEK

Tak tau apa saja yang masuk ke hidupku, tapi ini rasanya pedas. Aku tak sebodoh itu, aku tau kau menciumku saat aku tertidur, itu ciuman pertamaku. Tak usah kau heran aku menyimpan semua sampah ini dan mencarimu untuk membuatkanku rumah karena aku juga menyukaimu. Benar sama sepertimu kau juga cinta pertamaku. Kau jelas tau saat salju pertama kali turun aku datang aku menunggumu, tak tau denganmu kau tak datang. sampai malam aku sendiri. Aku gadis yang tercekik, aku ingin pulang. Jangan menangis kau tak bisa memperbaiki pintu gerbang rumah ibumu. Terima kasih untuk rumahnya, aku bisa mengingatmu dengan memutar kembali catatan kenangan yang sudah kau simpan dan kembalikan. Semoga kau bahagia, kunjungilah Ibumu sesering mungkin. bukan apa-apa, aku hanya khawatir. Dia pasti kesepian.

Tidak ada komentar: