Senin, 20 Januari 2014

PAINT YOUR PAIN


Semenjak saya menyelesaikan skripsi dan lulus dari kuliah bulan oktober tahun lalu secara otomatis keberadaan saya di dunia hanya menambah daftar jumlah pengangguran dalam survey. puluhan lamaran kerja via online pun langsung tak berbalas, beberapa kali interview kerja juga bertepuk sebelah tangan. Hidup saya mo-no-ton. siang sampai sore menonton ratusan episode dari puluhan judul anime, malem sampai pagi kalo enggak ngestalk akun socmed gebetan (yang tak kunjung putus dari pacarnya) ya rewatch klip-klip snsd sama koleksi JAV+hentai. Sampai suatu ketika seorang temen ngeshare blog barunya di socmed, kepikiran kenapa ga ngeblog lagi saja? Singkatnya saya ngeblog lagi setelah sekian lama..lalu bosen lagi karena cuma bisa menulis hal-hal yang sentimentil saja, kreatifitas mentok!

Suatu hari di sepertiga malam saya

Kamis, 09 Januari 2014

Di Pasar Induk

       Jadi ceritanya kemarin habis nganterin nyonya besar ke pasar induk Brebes, awalnya sih nolak, itu pasti. tapi sebagai mama’s boy yang baik akhirnya nurut juga. Bukan yang pertama memang nganterin nyonya besar ke pasar dan biasanya ngga pernah ikutan masuk ke dalam pasar, mentok-mentoknya ya nungguin di parkiran. Tapi kemarin nggak kaya biasanya saya ikutan masuk kedalam mengawal nyonya besar berburu bumbu dapur dan sanak familinya. Bayangan saya siapa tau aja ketemu cewe sejenis nozomi sasaki di dalam sonoh terus kenalan, terus pacaran, terus nikah, terus.. oke skip! saya sudah terlalu jauh keracunan cerita FTV. And then.. here we go.. welcome to the jungle and.. dafuq! Bayangan saya melenceng jauh, saya nggak nemu satu ekorpun cewe yang memper sama nozomi sasaki. Sebenernya sih ketemu banyak banget cewe di dalem pasar tapi ya gitu, dari masa lampau semua. separuh baya, bahkan ada sebagian yang nggak separuh lagi tapi sepenuhnya baya. Tua-tua cuy!
     Emang iya, nggak mungkin juga nozomi sasaki mau blusukan mejeng kaya jokowi di pasar induk, imajinasi saya saja yang nihil kontrol kaya biasa. Tapi bagian serunya adalah di pasar induk saya nemuin berbagai variasi ekspresi wajah, bermacam pola garis urat di wajah, dialog-dialog yang keren antara pembeli dan penjual, bau-bauan yang ngeblend, dan bapak-bapak tukang becak yang antusias diskusi mecahin kode-kode dari kertas togel, Epic. Terus..ngga ada yang pake celana gemes. Yoi, nggak ada cabe-cabean adanya cabe-cabe beneran. nggak ada yang autis sama gadgetnya, nggak ada yang sibuk selfie-selfie nggak jelas dipojokan, nggak ada juga wajah-wajah belagu yang ngalungin DSLR di lehernya, dan yang paling penting nggak ada yang pacaran. Yes! Bener-bener refreshing dan maksimal ngerangsang inspirasi berontak keluar. Pasar induk adalah sumber inspirasi yang nggak berbatas man! Ide-ide liar tercecer di sana-sini, buat yang suka bikin film, bikin lagu atau bikin puisi, sesekali semedilah di pasar induk. Oh iya termasuk juga yang lagi stuck bikin skripsi boleh dicoba cari ide di pasar induk sob, ehem.. (Halo yoyok, ustad, andi. skripsi sampe mana? :D) Finally, Hail Pasar induk! Hail fighter Mothers!
 Chek sob, oleh-oleh dari pasar induk Brebes J

Gadis-gadis muda dari gerbang mesin waktu
Tak trendy karena lampau ditinggal trend
koloni kampung laba-laba sesaki langit berkayu nan berpipa
Obrolan surga dan neraka di tengah amunisi berjejal menggunung mengubur badan
Mereka bisa melihat catatan mungkin dosa mungkin pahala di tangan para malaikatnya
Selamat datang kumpulan tulang belakang dan potongan kepala
berkaki raksasa berkumpul bergumul dengan kode simbol angka-angka berTuhan
Dimana kalian sembunyikan gadis dari televisiku?
Di sini di lautan tanpa serigala dari cerita gadis berkerudung
Di sini di hutan rimba tanpa putri duyung dari cerita bajak laut
Seribu sudut aroma kreasi labirin di tengah labirin dengan ilusi sinar senja
Jalan keluar hanya pada Berhala yang mereka puja





Rabu, 08 Januari 2014

JIHAD

mundurkan ke angka enamku, tujuhku, sepuluhku.
Sejak wanita jepang nihil busana lewatkan suasana adzhan subuh.
Biarkan gerak gambar bisu bungkam bosan.
kobaran kibaran nafsu, korbankan bayi-bayimu sebelum mereka lahir.
Sekarang siapkan parang, ini medan perang. jihad terbaik kita.
Hujan darah lawan akan hanyutkan dosa-dosa.
walau sesal tetap tanpa batas kekal, gagal terendam, tak teredam.
benteng dan kawat, tameng dan tombak.
Bertahan dan menyerang, pilihan dan putusan.
Persetan atau percaya setan.
Menyelamatkanmu sementara atau menghancurkanmu selamanya.

    

Senin, 06 Januari 2014

Sampai Mati

‘Sampai mati’ adalah salah satu lagu lama temuan saya yang berhasil terselamatkan. direkam di tahun 2011 bersama Mr.khaerudin (pemalang no. 1 guitarist, playboy legend spesialis pedekate lewat sms dengan target adik-adik angkatan) dan tercipta berkat niat sangat serius, software free downloadan juga gitar butut. Enjoy!



*Reff: Tak pernah menyerah sebelum sampai ke dasar
Tuk bermimpi kembali menerbangkan asa
Membuka pintu yang telah lama terkunci
Menikmati sakit yang terasa

Mimpi ini nyata bukan hanya maya
Bila tak mengerti tak usah kau mencaci
Dan coba berhenti tuk coba mengerti
Sampai mati akan tetap seperti ini

Kebisingan di sudut kiri kesunyian
Kejenuhan monoton di ujung jalan beku
Frustasi emosi tak mengerti
Aku takkan mati

Katakan pada mereka berhenti campuri pilihanku
Katakan pada mereka berhenti mendikte jalurku
Katakan juga pada mereka aku akan bersenang-senang

Tak perduli..

Acungkan jari tengah untuk semuanya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Hari-Hari Hujanmu | Hari-Hari Hujanku

14, 17, 18, hari-harimu yang berhujan. Aku pikir aku bisa mati dengan tenang. Kau orang baik, ceria, agresif , pemaksa dan cantik. Ajari aku bagaimana berteman. Temani aku kemanapun aku ingin pergi. Di bawah payungku, peluk aku saat aku melindungimu dari hujan. Dan kau mebawakanku hidup, terimakasih. tapi maaf aku hanya bisa memberimu pertanyaan dan hitung mundur kematian.


17, aku akan berakhir buruk. Ya hari-hariku berhujan..lalu aku melihat foto pemakamanmu dan melihatmu berpayung di tengah hujan. bolehkah aku berlindung di bawah payungmu?. Kau tau aku akan selalu mengatakannya melalui suaraku, tanganku, rambutku, dan tangisanku. Jadi setidaknya beritahu aku kemana kau pergi membawa diriku yang baru. Lewatilah, selama kau di sisiku aku akan mebawakanmu hitung mundur kematianmu yang tak berbatas, keabadian.