Kamis, 19 Mei 2011

PARADOKS

Denting senyuman dan tawa suatu sore,

atmosfirkan seribu bintang.

...

memutar, melingkar tak terkendali.

isi otakmu tercecer, tertingal di ruang hampa.

meretakan kepala mu! ilusi imajinasi.


pun udara senandungkan nyanyian,

merdu tentang bahagia dan tanah surga.

...

hanya ada siksaan dan masa depan neraka.

tanpa akhir, kau lebih baik sepert itu! sedih dan hancur.


tapi birumu, biru langitmu sesaat sore tadi..

relakan hujan, sambut pelangi.

...

lupakan saja, kau akan terbunuh lagi

mengental di darahmu!! kebencian.

tak usah menangis, percayalah tanduk dan ekor merah itu memberkatimu.

Tidak ada komentar: