Sabtu, 15 Maret 2014

Sarjana Pendidikan


sarjana pendidikan nggak mau ngajar
alasan klasik gajinya dikit
maunya jadi pegawai Bank
biar kontrak tapi gajinya banyak
sarjana pendidikan nggak mau ngajar
dari awal sudah salah jurusan
penginnya sih jadi seniman
senang-senang bisa jadi uang
Si Bapak kesal
Sang Anak dianggap bebal
cari kerja kerap gagal
sarjana pendidikan nggak mau ngajar
guru susah dapat cewe sexy
paling banter mentok anak kepala sekolah
sarjana pendidikan mau ngajar
asal bisa langsung PNS
nggak mau kalo PMS
apalagi PKS
sarjana pendidikan (akhirnya) mau ngajar
bukan komitmen bukan pengabdian
sekedar mengisi waktu luang
sambil nunggu calo PNS datang bawa tawaran

Rabu, 12 Maret 2014

Puisi Gotong Royong

           Bangsa Indonesia adalah bangsa gotong royong, itu sudah terbentuk dari jaman baheula rakyat Indonesia kompak gotong royong membangun Candi Borobudur, hingga kini jaman twitter para pemimpin bangsa kompak gotong royong merampok uang rakyat. konsisten yah! Di dunia kreatif yang hingar bingar juga banyak proses berkaryanya melalui jalan gotong royong ini. Musisi-musisi jelas banyak yang bersekongkol dalam membuat lagu-lagu dan musik yang ciamik, banyak juga Ilustrator-ilustrator membuat gambar-gambar keren secara kroyokan, para pembuat film/sinetron/FTV apalagi.. Lalu bagaimana di dunia tulis menulis? rasanya belum pernah saya mendengar seorang novelis menulis novelnya dengan cara kolaborasi, pun para penyair yang menulis puisi-puisinya secara gotong royong (correct me if i'am wrong).

           Nah.. saya bersama dua orang teman saya yang keren nan tampan (tapi jomblo) Sokhi lutfi pecinta fotografi sekaligus pecandu laura basuki dan Cahyo Purwanto pemuda tanggung pecinta alam dari komplotan pembangkang skripsi generasi menolak wisuda tepat waktu baru-baru ini berkesempatan berkarya menulis puisi secara gotong royong :D kok bisa? emang bisa? tentu bisa! Lee Seunggi saja bisa macarin neng Yoona SNSD (apalah) menulis puisi juga bisa dilakukan secara gotong royong. Melalui media twitter kami menuliskan keluh kesah dan kegundahan kami menjadi sebuah puisi. Memang cuma dan baru tiga biji, tapi ini bagus karena bagi saya pribadi hidup itu pendek dan seni itu panjang. Bukan tidak mungkin dari titik ini kita bisa menemukan cara berkreasi dan berkarya yang jauh lebih keren dan tampan. Tidak hanya terbatas pada bidang tulis menulis tapi juga bidang-bidang yang lain. Tetaplah berkarya, tetaplah tampan dan silahkan teman-teman nikmati seperti apa itu puisi gotong berikut..

Rabu, 05 Maret 2014

Artwork Februari 2014

Nihil Bakat, Skill Minimalis, Maksimum Bersenang-senang


Selfie Foto Ijazah